Yuukk.. Kita membuat Home-built Pembangkit Listrik Tenaga Angin sendiri!!

Pada posting sebelumnya saya membahas mengenai bagaimana membuat model untuk PLTAngin, dan banyak yang menanyakan bagaimana membuat home-built PLTAngin, ternyata tidak sulit. Berikut adalah bagaimana cara membuat home-built PLTAngin. Tulisan ini dibuat oleh Mike Davis, warga Amerika Serikat, berangkat dari kebutuhan akan listrik pada saat sedang berada daerah yang terisolasi, dia kemudian berinovasi membuat home-built PLTAngin yang dapat mencukupi kebutuhan listriknya yang minim dengan PLTAngin ini. Anda dapat mengakses langsung versi original tulisan ini melalui link :

http://www.mdpub.com/Wind_Turbine/index.html

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin, diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Secara sederhana sketsa kincir angin adalah sebagai berikut :

sketsa-kincir-angin.jpg

Read the rest of this entry »

Comments (34) »

Yuukk… kita membuat model Pembangkit Listrik Tenaga Angin sendiri..!!!

wt1.jpg

Model Pembangkit Listrik Tenaga Angin ini cukup mudah untuk dibuat, saya pikir mungkin lebih cocok untuk anak SMP kelas 2 atau 3, tapi tidak tertutup kemungkinan untuk anak-anak usia lain yang tertarik dengan Ilmu Alam/fisika. Akan sangat baik kalau kegiatan pembuatan model ini dijadikan kegiatan praktikum di sekolah. Untuk siswa SD mungkin mereka bisa melihat gurunya membuat dan mendemonstrasikan model turbin angin ini, sementara siswa SMP atau SMA mereka bisa membuat model turbin angin ini dengan supervisi dari ibu/bapak guru tentunya, dijamin kegiatan membuat model turbin angin ini sangat menarik dan menantang bagi para siswa untuk dijadikan kegiatan praktek disekolah, karena selama ini pelajaran-pelajaran fisika lebih banyak membaca teori dibandingkan praktek, padahal untuk memberikan pemahaman tentang suatu teori cara yang paling baik adalah dengan praktek.

Read the rest of this entry »

Comments (40) »

Bahan bakar berbasis air, kenapa tidak/belum berkembang??

Tulisan ini sekedar pendapat saya pribadi :

Pada dua posting terakhir saya (Blue energy dan Hydrofuel), keduanya mambahas mengenai bahan bakar berbasis air yang dengan segala keunggulannya (seperti ketersediaan bahan baku, polusi yang dihasilkan, dll) seharusnya sangat berpotensi untuk dapat menggantikan pemakaian bahan bakar fosil /BBM. Dari comment yang masuk juga banyak yang mempertanyakan perkembangan dari teknologi pembuatan bahan bakar berbasis air ini.

Sebelum saya menyampaikan pendapat saya mengenai hal ini, saya akan mengajak anda untuk berandai-andai untuk sekedar memberikan gambaran mengenai fenomena bahan bakar berbasis air ini :

Misalkan teknologi pembuatan bahan bakar berbasis air ini telah sempurna (artinya telah selesai diujikan di skala lab dan siap untuk diproduksi masal) kemudian ada pihak yang tertarik dan memproduksinya secara massal, maka jadilah bahan bakar ini pengganti BBM. Karena dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah (air laut) maka kemungkinan besar harga yang ditawarkan akan lebih murah ditambah lagi dengan tingkat polusi yang lebih rendah, maka jadilah ia pengganti BBM yang ideal dengan berbagai varian yang disediakan (tersedia untuk mesin bensin, diesel juga untuk pesawat). Andaikan hal itu terjadi mari kita andaikan semua mesin (mobil, motor, pesawat, industri) yang ada didunia mengganti BBM dengan bahan bakar berbasis air ini.

Read the rest of this entry »

Comments (7) »

Hydrofuel, bahan bakar berbasis air

Ini ada tulisan dari milis IndoEnergy, sekali lagi mengenai bahan bakar berbasis air setelah sebelumnya ada blue energy.

RADAR JOGJA
Senin, 18 Feb 2008

Minggu, 17 Feb 2008
Dra Nike Triwahyuningsih dan Penelitian Hydrofuel Banyugeni

Inspirasi Ayat Quran, Laut yang Berapi
Lima peneliti dari kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
menghadirkan temuan yang bisa menjadi embrio untuk mengatasi
kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Sebuah hasil penelitian yang
mereka lakukan selama lima tahun mereka sampaikan ke hadapan publik,
Kamis (14/2) lalu. Mereka menyebutnya bahan bakar dari air atau
hydrofuel. Atau dalam bahasa lokal mereka mematenkannya dengan nama
Banyugeni.

Kelima peneliti UMY itu adalah Drs Purwanto, Ir Bledug Kusuma
Prasadja MT, Ir Tony K Haryadi MT, Ir Lilik Utari MS, dan Dra Nike
Triwahyuningsih MP. Bagaimana Banyugeni ini ditemukan, apa saja
kemungkinan- kemungkinan yang bisa dilakukan ke depan, wartawan Radar
Jogja Laila Rochmatin berkesempatan mewancarai salah satu dari lima
peneliti. Berikut hasil wawancara dengan Dra Nike Triwahyuningsih
didampingi ketiga peneliti lain.

Read the rest of this entry »

Comments (8) »

Penemu Blue Energy Warga Nganjuk

Presiden SBY memperhatikan BBM blue energy di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (25/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)

Presiden SBY memperhatikan BBM blue energy di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (25/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)

Jumat, 30 Nov 2007

Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.

“Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.

Read the rest of this entry »

Comments (22) »

OTEC - Ocean Thermal Energy Conversion (1)

illust_gradient_map1.jpg

Ocean covers around 70% of the earth surface, and its continually heated by the sun, this makes ocean as the world’s largest solar energy collector and energy storage. Ocean could be a solution to some of the human population’s energy problems since the ocean is a non cost energy resource. Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) is a technology to converts ocean thermal energy from solar radiation into electric power, another way to use ocean as energy is using wave power to produce electric power. OTEC system can produce a significant amount of electric power if the temperature difference between warm surface water and cold deep water is about 20°C (36°F), this condition mostly occur in tropical area.

Some energy experts believe that if it could become cost-competitive with conventional power technologies, OTEC could produce gigawatts of electrical power. Bringing costs into line is still a huge challenge, however. All OTEC plants require an expensive, large diameter intake pipe, which is submerged a mile or more into the ocean’s depths, to bring very cold water to the surface.

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

ITS Tawarkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

wind_turbines.jpg

SURABAYA–MIOL: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jurusan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPN-ITS) membuat pembangkit listrik tenaga angin yang bisa dijadikan alternatif saat pemerintah mengeluarkan imbauan untuk berhemat energi.

“Pembangkit listrik tenaga angin, yang diberi nama Wind Power System ini memanfaatkan angin melalui kincir, untuk menghasilkan energi listrik,” kata Humas ITS Sukemi kepada wartawan di Surabaya, Selasa (26/7).

Menurut Sukemi, alat ini sangat cocok sekali digunakan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil, yang tidak terjangkau oleh listrik atau energi lainnya.

Secara umum, sistem alat ini memanfaatkan tiupan angin untuk memutar motor. Hembusan angin ditangkap baling-baling, dan dari putaran baling-baling tersebut akan dihasilkan putaran motor yang selanjutnya diubah menjadi energi listrik.

Wind Power System ini terdiri dari empat bagian utama, yaitu Rotor, Transmisi, Elektrikal dan Tower. Bagian Rotor terdiri dari baling-baling dengan empat daun, bentuknya seperti baling-baling pesawat, dengan bentuk seperti ini diharapkan energi angin yang tertangkap bisa maksimal, agar bobotnya lebih ringan, baling-baling ini dibuat dengan diameter 3,5 dan bahannya dibuat dari fiberglass. Untuk mendapat hembusan angin, baling-baling diletakkan pada tower setinggi 8 meter.

Read the rest of this entry »

Comments (6) »

Visi 75 - 100 !!

dsc.jpg

Tahukah anda bahwa belum semua rakyat indonesia menikmati listrik seperti yang anda nikmati sekarang, bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang belum dapat menikmati belajar dengan nyaman pada malam hari karena desanya masih belum teraliri listrik ??.

Data terakhir menunjukan bahwa Rasio elektrifikasi (perbandingan rumah tangga berlistrik dengan total rumah tangga) Indonesia hanya sekitar 54% (www.aseanenergy.org), ini berarti hampir separuh penduduk indonesia belum menikmati listrik. Berangkat dari fakta tersebut, hampir bersamaan dengan Hari Listrik Nasional yang ke-62 PLN mencanangkan sebuah visi baru yaitu visi 75 - 100. Maksud dari visi ini adalah PLN bertekad untuk “Melistriki Nusantara” dengan Pencapaian Rasio Elektrifikasi 100 persen pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 75 Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2020. Ini berarti selama 13 (tiga belas) tahun ke depan PLN sebagai Pelaksana dan Pemegang Kuasa Usaha Kelistrikan di Indonesia, harus menggugah dan mengajak seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali mulai dari kalangan Pemerintah maupun Swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), masyarakat umum, untuk turut berperan secara aktif, memanfaatkan segala potensi yang ada, dalam upaya membangun kelistrikan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read the rest of this entry »

No comment »