ITS Tawarkan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

wind_turbines.jpg

SURABAYA–MIOL: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jurusan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPN-ITS) membuat pembangkit listrik tenaga angin yang bisa dijadikan alternatif saat pemerintah mengeluarkan imbauan untuk berhemat energi.

“Pembangkit listrik tenaga angin, yang diberi nama Wind Power System ini memanfaatkan angin melalui kincir, untuk menghasilkan energi listrik,” kata Humas ITS Sukemi kepada wartawan di Surabaya, Selasa (26/7).

Menurut Sukemi, alat ini sangat cocok sekali digunakan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil, yang tidak terjangkau oleh listrik atau energi lainnya.

Secara umum, sistem alat ini memanfaatkan tiupan angin untuk memutar motor. Hembusan angin ditangkap baling-baling, dan dari putaran baling-baling tersebut akan dihasilkan putaran motor yang selanjutnya diubah menjadi energi listrik.

Wind Power System ini terdiri dari empat bagian utama, yaitu Rotor, Transmisi, Elektrikal dan Tower. Bagian Rotor terdiri dari baling-baling dengan empat daun, bentuknya seperti baling-baling pesawat, dengan bentuk seperti ini diharapkan energi angin yang tertangkap bisa maksimal, agar bobotnya lebih ringan, baling-baling ini dibuat dengan diameter 3,5 dan bahannya dibuat dari fiberglass. Untuk mendapat hembusan angin, baling-baling diletakkan pada tower setinggi 8 meter.

Sedangkan pada bagian transmisi digunakan sistem kerekan dan tali, sistem transmisi ini digunakan untuk menyiasati kekuatan angin yang kecil, karena kecepatan angin di Indonesia relatif kecil, transmisi ini sangat menguntungkan untuk meningkatkan putaran Sebagai pengubah energi digunakan alternator dua fase 12 volt, energi listrik yang dihasilkan oleh alternator dapat disimpan dalam aki. Sedangkan kapasitas daya yang didapat sebesar1,5 KW.

Wind Power Syastem telah diuji coba oleh para mahasiswa di pantai kenjeran, kurang dari 1 jam hasil dari percobaan tersebut sudah dapat menghasilkan energi listrik untuk menyalakan TV dan lampu sampai 100 watt.

“Karya ini mereka buat selama enam bulan sudah dapat langsung diterapkan bagi masyarakat. Untuk menyimpan energi listrik bisa digunakan aki besar, dan untuk penggunaannya bisa digunakan instalasi pembagi,” ujarnya.

Biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan Win Power System relatif murah, sekitar Rp16 juta, tapi itu belum termasuk bahan dan pembuatan towernya. Tim ini berharap ada pihak yang dapat membantu menyalurkan alat ini agar dapat dimanfaatkan bagi masyarakat umum yang kesulitan mendapat sambungan listrik. (FL/OL-1)

Penulis: Faishol Taselan

sumber : media indonesia online

7 Responses so far »

  1. 1

    Gugun said,

    December 3, 2007 @ 8:38 am

    di manakah kontak yang dapat di hubungi jika tertarik dengan rancangan ini?
    terutama berapa kekuatan angin minimal yang dapat mengerakkan kincir angin ini?
    salam
    gugun

  2. 2

    syd said,

    December 5, 2007 @ 2:18 am

    Untuk kontak mungkin anda bisa menghubungi Politeknik Perkapalan Negeri ITS Surabaya, saya hanya mengambil tulisan ini dari Media Indonesia online (http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=70943).
    Dan untuk cut-in speed kincir angin, dari seminar yang pernah saya ikuti ada yang mengatakan 8 m/s, namun teknologi terakhir menyebutkan dengan cut-in speed 3-5 m/s pun sudah bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Sekedar informasi (CMIIW) rata2 kecepatan angin di wilayah Indonesia sekitar 6 m/s.

    salam

  3. 3

    EDI SANTOSO said,

    December 10, 2007 @ 3:55 pm

    BERAPA HERGATOWER FAN SET ( WITHOUT INVERTER, BATTERY & GENERATOR ALTERNATOR ) DAN DIMANA SAYA BISA PESAN BERANG TERSEBUT, DAN JIKALAU SAYA INGIN KONSULTASI, SIAPA YANG BISA SAYA HUBUNGI TKS EDI SANTOSO : EDI-SANTOSO@SWISSINFO.ORG, EDI.SANTOSO@GMAIL.COM

  4. 4

    hadi said,

    December 14, 2007 @ 2:57 am

    Dear
    Saya tertarik dengan kincir angin ini, kalau saya mau buat untuk keperluan rumah tangga bisa tidak???
    Berapa biaya yang harus saya keluarkan???
    Mohon tanggapannya segera atas perhatiannya saya sampaikan terima kasih.

  5. 5

    Syd said,

    December 18, 2007 @ 12:57 am

    Untuk informasi mengenai pembangkit tenaga angin ini mungkin bapak Hadi dan bapak Edi Santoso bisa menghubingi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jurusan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPN-ITS), saya hanya mengambil tulisan ini dari Media Indonesia online.
    Btw bapak Hadi tinggal dimana pak? memangnya diwilayah tempat tinggal bapak kecepatan anginnya bagus pak?

    salam

  6. 6

    zaki said,

    February 21, 2008 @ 4:26 am

    Saya sangat tertarik dengan ide2 briliant seperti itu padahal di indonesia daerah pantai itu sangat baik karena tiupan angin yang cukup besar, saya ingin tau harga net dari semua itu dengan pembagian biaya tower, kincir, elekrikal, dan perijinan

  7. 7

    aji amanto said,

    August 8, 2008 @ 3:21 am

    kami tinggal di pesisir pantai, yang kekuatan anginnya lcukup kencang, kami tertarik akan artikel ini mengenai dimana alat ini bisa didapat, harganya seta kekuatan dan perawatanya.

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words