OTEC – Ocean Thermal Energy Conversion (1)

illust_gradient_map1.jpg

Ocean covers around 70% of the earth surface, and its continually heated by the sun, this makes ocean as the world’s largest solar energy collector and energy storage. Ocean could be a solution to some of the human population’s energy problems since the ocean is a non cost energy resource. Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) is a technology to converts ocean thermal energy from solar radiation into electric power, another way to use ocean as energy is using wave power to produce electric power. OTEC system can produce a significant amount of electric power if the temperature difference between warm surface water and cold deep water is about 20°C (36°F), this condition mostly occur in tropical area.

Some energy experts believe that if it could become cost-competitive with conventional power technologies, OTEC could produce gigawatts of electrical power. Bringing costs into line is still a huge challenge, however. All OTEC plants require an expensive, large diameter intake pipe, which is submerged a mile or more into the ocean’s depths, to bring very cold water to the surface.

History of OTEC,

1880s a French physicist, Jacques Arsene d’Arsonval, proposed tapping the thermal energy of the ocean.

1930, Georges Claude (d’Arsonval’s student ) built the first OTEC plant in Cuba using a low-pressure turbine generated 22kW of electricity.

1935, Claude constructed another plant in Brazil. Weather and waves destroyed both plants before they could become net power generators.

1956, French scientists designed another three MW plant. The plant was never completed, however, because it was too expensive.

1962, J. Hilbert Anderson and James H. Anderson, Jr. start designing a cycle to accomplish what Claude had not. They focused on developing new, more efficient component designs.

1974, The United States became involved in OTEC research, when the Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority was established at Keahole Point on the Kona coast of Hawaii. The laboratory has become one of the world’s leading test facilities for OTEC technology.

Japan also continues to fund research and development in OTEC technology.

India piloted a 1 MW floating OTEC plant near Tamil Nadu. Its government continues to sponsor various research in developing floating OTEC facilities.

When will Indonesia starts funding a research in OTEC technology ?? since Indonesia lies in tropical area, where the sun continously shining all the year, the ocean must be a potential source of energy.

Lautan menyelimuti sekitar 70% dari permukaan bumi, dan secara terus menerus menerima panas melalui sinar matahari, hal ini menjadikan laut sebagai pengumpul dan penyimpan energi matahari terbesar didunia. Laut mungkin dapat menjadi solusi untuk sebagian permasalahan dibidang energi mengingat laut adalah sumber energi yang dapat digunakan tanpa harus mengeluarkan biaya (membayar). Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) adalah teknologi untuk menkonversi energi termal yang ada pada laut akibat radiasi sinar matahari menjadi tenaga listrik, cara lain untuk memanfaatkan laut sebagai pembangkit listrik adalah memanfaatkan energi gelombang laut (ombak). OTEC dapat menghasilkan tenaga listrik secara signifikan apabila perbedaan antara temperatur permukaan laut dan temperature kedalaman laut mencapai 20°C (36°F), kondisi ini banyak terjadi di daerah tropis.

Para ahli di bidang energi percaya bahwa jika biaya pembangunan OTEC dapat menjadi kompetitif / bersaing dengan teknologi pembangkit listrik konvensional saat ini, OTEC dapat menghasilkan tenaga listrik dalam bilangan Gigawatt. Menjadikan biaya pembangunan OTEC bersaing masih menjadi tantangan yang berarti, karena saat ini pembangunan OTEC masih memerlukan biaya yang cukup mahal, dengan menggunakan pipa – pipa berdiameter besar yang dibenamkan sedalam 1 mil atau bahkan lebih untuk mengalirkan air dingin dari kedalaman laut menuju permukaan.

Sejarah OTEC

Sekitar tahun 1880, fisikawan perancis Jacques Arsene d’Arsonval, mengusulkan pemanfaatan energi termal yang dikandung oleh laut.

1930, Georges Claude (murid dari d’Arsonval’s) membangun pembangkit listrik OTEC pertama di Kuba menggunakan turbin bertekanan rendah, menghasilkan 22kW listrik.

1935, Georges Claude membangun pembangkit lain di Brasil. Cuaca dan ombak menghancurkan pembangkit tersebut sebelum dapat menghasilkan tenaga listrik.

1956, Ilmuwan Perancis mendesain pembangkit berkapasitas 3 Megawatt. Pembangkit tersebut tidak pernah diselesaikan karena terlalu mahal.

1962, J. Hilbert Anderson and James H. Anderson, Jr. merancang sebuah siklus yang belum yang belum dibuat oleh Georges Claude. Mereka lebih mengutamakan pada pengembangan komponen baru yang lebih efisien.

1974 Amerika Serikat ikut ambil bagian dalam penelitian OTEC, dengan dibangunnya Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority di Keahole Point, Kona coast, Hawaii. Laboratorium ini menjadi salah satu penyedia fasilitas yang terdepan dalam penelitian teknologi OTEC.

Jepang juga terus membiayai penelitian dan pengembangan teknologi OTEC.

India mempelopori proyek pembangkit OTEC mengapung berkapasitas 1 MW berlokasi di dekat Tamil Nadu. Proyek ini disponsori oleh pemerintah untuk terus mengembangkan penelitian pembangkit OTEC mengapung ini.

Kapankah Indonesia menyediakan dana untuk penelitian teknologi OTEC ?? mengingat Indonesia terletak di wilayah tropis dimana matahari selalu bersinar sepanjang tahun, laut adalah sumber energi yang potensial.

About these ads

2 Responses so far »

  1. 1

    […] pemanfaatan energi dari lapisan laut tersebut dikenal dengan OTEC, Ocean Thermal Energy Conversion. OTEC diakui sangat layak dan cocok untuk dikembangkan di kawasan laut tropis seperti kepulauan Indon… Di indonesia, dengan kedalaman laut lebih dari 1000 meter, terdapat 16 lokasi yang mempunyai […]

  2. 2

    anin said,

    idenya bagus . boleh minta yg bhs indonesia nggak ?

    Syd : Artikel OTEC yang bahasa Indonesia saya belum pernah lihat.. coba pake search engine yang bahasa inggris banyak loh…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: