Penemu Blue Energy Warga Nganjuk

Presiden SBY memperhatikan BBM blue energy di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (25/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)

Presiden SBY memperhatikan BBM blue energy di kediaman pribadi Puri Cikeas Indah, Bogor, Minggu (25/11) sore. (foto: anung/presidensby.info)

Jumat, 30 Nov 2007

Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Kemarin, tim uji coba kendaraan berbahan bakar tersebut mengunjunginya. Mereka dipimpin staf khusus Presiden SBY, Heru Lelono. Rombongan itu dalam perjalanan dari Cikeas, Bogor menuju Nusa Dua, Bali, tempat digelarnya United Nation Framework Conference on Climate Change (UNFCCC) 2007.

“Luar biasa. Ini mobil Mazda Six punya Patwal Mabes (Polri) yang bisa berkecepatan 240 kilometer per jam ini kami coba lari 180 kilometer per jam tanpa ada persoalan. Jadi, moga-moga apa yang kita uji coba ini benar-benar bermanfaat. Insya Allah,” ujar Heru begitu turun dari Ford Ranger B 9648 TJ.

Untuk diketahui, pertemuan kemarin berlangsung di salah satu hotel di Nganjuk. Rombongan Heru tiba sekitar pukul 09.00. Mereka mengendarai lima unit kendaraan untuk menguji bahan bakar berbahan dasar air tersebut. Yakni, dua pikap double cabin Ford Ranger, satu sedan Mazda 6, satu bus, dan satu truk pengangkut blue energy.

Sebelumnya, rombongan dilepas oleh Presiden SBY, Minggu lalu, dari kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Rencananya, blue energy itu juga akan dipamerkan kepada dunia dalam UNCFCCC atau Konferensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim di Nusa Dua, Bali.

“Kita ingin membuktikan kepada dunia internasional bahwa kita bukan bangsa kere yang terombang-ambing harga minyak dunia. Bangsa Indonesia bisa menemukan (bahan bakar, Red) sendiri,” tandas Heru bangga.

Kepada puluhan wartawan yang sejak pagi menunggu kedatangan rombongan, Heru mengungkapkan bahwa bahan bakar hasil penelitian belasan tahun Joko itu sangat irit. “Sekitar satu lima belas (1 liter dibanding 15 kilometer, Red). Tadi kami mencatat, untuk menempuh 374,5 kilometer, hanya butuh 25 liter,” tutur staf khusus Presiden bidang otonomi daerah itu.

Selain hemat dan mampu meningkatkan performa kendaraan, lanjut Heru, keunggulan bahan bakar tersebut adalah rendahnya emisi karbon yang dihasilkan. Ini sesuai dengan pesan UNFCCC yang digelar 3-14 Desember mendatang.

“Sudah dicoba sendiri oleh Bapak Presiden. Beliau kemarin sempat duduk di belakang knalpot bus ini sambil menciumi asapnya. Paspampres (pasukan pengamanan presiden) sempat kerepotan takut Presiden karacunan, tapi tidak. Coba saja,” tantangnya.

Penasaran, Wakil Bupati Nganjuk Djaelani Ishaq yang kemarin ikut menyambut kedatangan rombongan langsung mencoba mencium asap dari moncong knalpot bus. “Sama sekali tidak ada baunya,” kata Djaelani setelah berkali-kali setelah mengisap asap tersebut.

Ditemani Joko, Heru kemarin juga mengungkapkan bahwa untuk memakai blue energy, mesin tidak perlu dimodifikasi. “Sama sekali tidak perlu ada modifikasi apa-apa. Ini kami bawa mobil berlainan tahun, semua bisa pakai,” tandasnya.

Bahkan, lanjut Heru, ada yang sebelumnya menggunakan solar dan di tengah jalan langsung diganti 100 persen dengan blue energy. “Mobilnya malah semakin tidak ada getaran,” lanjutnya bangga.

Sementara itu, Joko Suprapto yang selama ini terkesan misterius soal kedekatannya dengan SBY, kemarin mulai blak-blakan. Terutama soal aktivitasnya sebagai peneliti dan penemu blue energy. Dia bahkan sempat sedikit membeber teknologi yang mulai ditelitinya sejak 2001.

“Intinya adalah pemecahan molekul air menjadi H plus dan O2 min. Ada katalis dan proses-proses sampai menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu,” terang peneliti yang mengaku banyak mengambil ide dari Alquran itu.

Untuk mesin dengan bahan bakar premium, solar, premix, hingga avtur, Joko mengaku telah menyiapkan bahan bakar pengganti sesuai dengan mesinnya. “Tinggal mengatur jumlah rangkaian karbonnya. Mau untuk mesin bensin, solar, sampai avtur ya sudah ada,” kata ayah enam anak itu.

Yang menarik, bahan dasar air yang digunakan adalah air laut. “Kalau air tanah bisa menyedot ribuan atau jutaan meter kubik. Kasihan masyarakat, paling bagus nanti bahannya air laut,” terang pria yang selalu menyembunyikan identitasnya, termasuk almamater tempatnya meraih gelar insinyur, itu. (jie)

Sumber : Jawa Pos Online

22 Responses so far »

  1. 1

    juni said,

    December 8, 2007 @ 3:31 pm

    Yah bagus sih bagus… tapi dari dulu kan banyak sekali alternatif seperti ini bos.. kesan saya kok seperti ditekan ama pihak2 tertentu agar tak menyebar sehingga negeri penghasil minyak tetap kaya raya dan kita tetap bermahal-mahal ria beli premium..

    hiks hiks menyedihkan….

  2. 2

    helpmyinternet said,

    December 12, 2007 @ 3:32 pm

    terus kelanjutannya apa nih ? SBY ? jangan cuman jadi foto doang, mustinya direalisasikan, bisanya cuman naik2in harga BBM aja..

  3. 3

    Elsa_Melfiana said,

    December 17, 2007 @ 1:23 pm

    Bagus sekali idenya Pak Joko tsb? Jujur saja, saya salut dengan usahanya. Bisakah saya mendapatkan nomor kontak atau email beliau? Kebetulan sekali penelitian yang dilakukan oleh Pak Joko, sama dengan penelitian yang saya ajukan untuk topik tugas akhir saya.

    Terima Kasih

  4. 4

    Syd said,

    December 18, 2007 @ 1:18 am

    to juni :
    “Dari dulu sudah banyak alternatif seperti ini”, kayanya ngga deh… kalo dulu yang saya tau kebanyakan pakai biofuel, dan itu sudah mulai dikembangkan sekarang. Kalo yang berbahan baku menggunakan air, bahkan bisa menggunakan air laut ya baru ini saja setahu saya…. (CMIIW). Dan anda benar juga, seharusnya dengan penemuan ini sudah bisa menjadi berita besar, tapi sampai saat ini seperti belum ada gaung beritanya… apakah ada “kepentingan” lain sehingga beritanya sepi-sepi saja, itu yang kita tidak tahu… atau mungkin hanya masih belum terdengar saja gaungnya… semoga tidak lama lagi kita bisa mendengar berita besar mengenai penemuan ini… semoga…

  5. 5

    Wawan said,

    January 9, 2008 @ 7:07 am

    kok ga kedengeran di media2 mainstream ya (yahoo / cnn etc.)…moga2 bukan hoax…

  6. 6

    Orang Bingung said,

    January 31, 2008 @ 7:10 am

    tp proses produksi bahan bakar ini jg tidak ramah lingkungan. kenapa?, karena energi yg dibutuhkan untuk memecah molekul air laut ini d dapat dari mana? bukan kah menggunakan bahan bakar konvensial yg jg mengemisikan carbon cukup banyak jg?? ,

    jadi sebenarnya bahan bakar ini belum tentu dapat menyelesaikan masalah polusi.. perlu adanya analisis berapa energi yg d butuhkan untuk produksi bahan bakar ini dan berapa energi yg mampu di hasilkan dari bahan bakar ini.., kemudian berapa pengurangan polusi yg ditimbulkan??,. ini mungkin sebuah konsep pengkategorian jika sebuah solusi energi mampu d katakan ramah lingkungan apa tidak..

  7. 7

    DIMPA UMM said,

    March 10, 2008 @ 8:01 pm

    BAGI ANDA YANG PUNYA TEMUAN TENTANG TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN TERUTAMA ALTERNATIF BAHAN BAKAR KAMI UNDANG DALAM PAMERAN DAN SEMILOKA TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK MEMPERINGATI HARI BUMI YANG AKAN KAMI ADAKAN PADA :
    TANGGAL : 20 - 22 APRIL 2008
    TEMPAT : KAMPUS III UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
    ACARA : 1) PAMERAN TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN, 2) SEMILOKA TEKNOLOGI RAMAH LNGKUNGAN, 3) TALK SHOW KIKC ANDY

    UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI:
    Sekretariat DIMPA (Divisi Mahasiswa Pencinta Alam) Universitas Muhammadiyah Malang, JL. Raya Tlogomas 246 MALANG. telp (0341) 464318 ext 146, fax (0341) 464320.
    C.P : ZAINAL AFANDI (08125290570)

    email : dimpakoeumm@yahoo.com

  8. 8

    leori akbar said,

    March 29, 2008 @ 2:27 pm

    Penemuan seperti itu, saya acungkan jempol…., sebenarnya masyarakat Indonesia tidak semuanya bodoh-bodoh. contohnya saja air laut bisa dibuat menjadi bahan bakar, orang luar saja belum tentu bisa membuat seperti itu.

    Penemuan seperti itu harus kita produksikan untuk menggantikan BBM yang sekarang sudah melambung tinggi.

    Tugas Pemerintah adalah mewujudkan cita-cita tersebut.

  9. 9

    ria said,

    April 22, 2008 @ 5:19 am

    Kayaknya perlu di dukung nichhh biar masyarakat tidak bingung bahan bakar…
    :)

  10. 10

    Hadi Prasetyo said,

    April 28, 2008 @ 4:34 am

    Ada byk kepentingan bisnis yg berusaha keras agar teknology ini tdk berkembang…

  11. 11

    Encik_akhmad said,

    May 24, 2008 @ 5:21 am

    Maju boeng!!!

    Indonesia kaya dengan laut, ini saatnya kita investasikan kemampuan kita untuk tidak tergantung dengan minyak. Walau dinihari tadi BBM sudah naik, mudah2an temuan ini segera memberikan solusi untuk menyelamatkan bangsa.

  12. 12

    Megatruh said,

    May 29, 2008 @ 11:38 am

    Pakde kalo emang bisa digunaken sebagai BBM alternatif. Apa nggak lebih baik segera saja produk tersebut diluncurken, biar rakyat bisa langsung gunaken. Bukankah negara sedang butuh solusi BBM yang semangkin meroket. Buktiin dong jangan Asbun(asal bunyi gitu)…..heee….heee.

  13. 13

    REALISASI said,

    May 29, 2008 @ 11:57 am

    Pak JOKO, mending temuannya dijual aja langsung ke masyarakat lebih menguntungkan dari pada dipamerin percuma ga ada yang noleh.

  14. 14

    ZoDIaC said,

    May 30, 2008 @ 1:11 pm

    uda pak Presiden temuan pak Joko di gunakan saja untuk umum biar masyarakat indonesia tidak stres memikirkan kenaikan BBM.
    BLue Energy kan pasti lebih murah dari BBM jdi masyarakat tidak kesulitan dengan namanya uang.
    saya harap pak Presiden bisa mendengarkan keinginan kami semua.

  15. 15

    cupid said,

    May 31, 2008 @ 10:00 am

    saya denger2 terakhir bhw blue energy hanyalah isapan jempol belaka..
    kayanya perlu mujizat utk mengubah air laut jd BBM

  16. 16

    elkapriaso said,

    June 2, 2008 @ 12:08 pm

    sayang blm di jual umum ni
    kalo di jual umum bisa bangkrut ni pertamina

  17. 17

    dvdLim said,

    June 13, 2008 @ 9:13 am

    Sy sih masih skeptis soal berita ini.. kalo memang itikadnya baik, seharusnya teknologi ini bisa dipublikasi lebih lanjut.. (mungkin setelah dipatenkan..). Air laut kok bisa “menjadi bahan bakar dengan rangkaian karbon tertentu”.. Gimana caranya ya? ^.^v

  18. 18

    dinas said,

    June 17, 2008 @ 4:21 pm

    kenapa kalo udah ada blu energi kita masih bisa kelangkaan bbm?
    kan kalo blu energi di pasarin BBM bisa jadi murah! ya ga?

  19. 19

    Trn said,

    June 18, 2008 @ 7:39 am

    Terakhir perkembangannya kyk apa yah, berita-nya simpang siur dan penuh misteri :), moga-moga benar2 bisa bermanfaat utk menjawab kelangkaan bahan bakar minyak :), smoga :),

    mode berharap on :),

  20. 20

    Razi said,

    June 18, 2008 @ 9:21 am

    Kayaknya……,di Indonesia bkn hanya air saja bisa di ubah jadi BBM,
    tapi biji pohon yg satu ini (Jatropha curcas) ato di bahasa kampung kite tu pohon jarak….hehehe

    bayangkan aja..,pabila pohon ntu ditanamai dengan areal sekitar 13 jt hektar..,wah tu dapat menghasilkan 400 ribu barel solar per hari..(tu msh solar ya..,belum yg laennn..)

    klu ga percaya..,cari di bppt.go.id

    tapi..,kedua sumber tersebut belum terkoordinasi secara nasional..,so
    Saran ane ne…,sebaiknya anggaran pemerintah paling tidak sekitar 15 % aja dah buat Indonesia seperti 5 negara petro dolar……klu ga ada korupsi ya…….hahahahahahaaaaa…

    So..,maju terus buat..anda sebagai Resources Creator in Indonesia…

  21. 21

    Tensai_1061 said,

    June 23, 2008 @ 4:34 pm

    Aduh… saya sih masih sangsi dengan penemuan tersebut, habis belum ADA rincian yang jelas mengenai temuan ini. Tapi mungkin aja penemuan ini benar, TAPI SAMPAI SAAT INI SAYA MASIH 95%MENGANGGAP PENEMUAN INI HANYALAH SEBUAH ” TRIK” ALIAS PENIPUAN…

  22. 22

    Nunut Suprapto said,

    July 12, 2008 @ 8:16 am

    Mohon penemuan tersebut di sosialisasikan pada dunia pendidikan
    agar kelak anak bangsa tidak ketergantungan pada bahan bakar yang dikuasai para penghancur bumi.

Comment RSS · TrackBack URI

Say your words