Tulisan ini sekedar pendapat saya pribadi :
Pada dua posting terakhir saya (Blue energy dan Hydrofuel), keduanya mambahas mengenai bahan bakar berbasis air yang dengan segala keunggulannya (seperti ketersediaan bahan baku, polusi yang dihasilkan, dll) seharusnya sangat berpotensi untuk dapat menggantikan pemakaian bahan bakar fosil /BBM. Dari comment yang masuk juga banyak yang mempertanyakan perkembangan dari teknologi pembuatan bahan bakar berbasis air ini.
Sebelum saya menyampaikan pendapat saya mengenai hal ini, saya akan mengajak anda untuk berandai-andai untuk sekedar memberikan gambaran mengenai fenomena bahan bakar berbasis air ini :
Misalkan teknologi pembuatan bahan bakar berbasis air ini telah sempurna (artinya telah selesai diujikan di skala lab dan siap untuk diproduksi masal) kemudian ada pihak yang tertarik dan memproduksinya secara massal, maka jadilah bahan bakar ini pengganti BBM. Karena dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah (air laut) maka kemungkinan besar harga yang ditawarkan akan lebih murah ditambah lagi dengan tingkat polusi yang lebih rendah, maka jadilah ia pengganti BBM yang ideal dengan berbagai varian yang disediakan (tersedia untuk mesin bensin, diesel juga untuk pesawat). Andaikan hal itu terjadi mari kita andaikan semua mesin (mobil, motor, pesawat, industri) yang ada didunia mengganti BBM dengan bahan bakar berbasis air ini.
